Geosfer (Litosfer, Atmosfer, Hidrosfer, Atmosfer, Antroposfer)

SKL 3

Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.

Indikator

Menganalisis fenomena yang terjadi di lithosfer dan pedosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
Menganalisis fenomena yang terjadi di atmosfer dan hidrosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
Mendeskripsikan keanekaragaman flora dan fauna sebagai potensi pendukung kehidupan.
Mendeskripsikan fenomena kependudukan.

BAB III LITOSFER
Litosfer adalah lapisan terluar kulit bumi (kerak bumi), memiliki ketebalan ± 1.200 km dan terdiri atas lapisan Silisium dan Aluminium (SiAl) serta Silisium dan Magnesium (SiMg)
A.     Klasifikasi Batuan
1.      Batuan Beku
Beku Dalam: granit,diorit, sienit, gabro
Beku Gang/korok:granit, diorit, forfirit.
Beku Luar: basalt, andesit, obsidian
2.      Batuan Sedimen
Proses terjadinya:
Sedimen klasik: endapan pecahan/hancuran batuan:

  1. Breksi: sudut tajam
  2. Konglomerat: sudut tumpul
  3. Pasir: batu pasir, tanah liat
  4. Tanah liat

Sedimen Kimiawi-anorganik: endapan hasil pelarut kimia, contoh:batu garam
Berdasarkan Tenaga diendapkannya:

  1. 1.      Sedimen akuatis: diendapkan air, batu pasir dan tanah liat.
  2. 2.      Sedimen aeolis: diendapkan angin, tanah loss dan pasir
  3. 3.      Sedimen glasial: diendapkan gletser, batu morena

Berdasarkan tempat diendapkannya, batuan sedimen:

  1. 1.      Sedimen Teristis(darat): batutuf, batu pasir, tanah loss
  2. 2.      Sedimen Marine(laut): batu karang, batu garam.
  3. 3.      Sedimen Fluvial(sungai): pasir, tanah liat
  4. 4.      Sedimen Limnis(danau): danau, rawa.
  5. 5.      Sedimen Glasial(es): Batu morena.

 3.      Batuan Metamor
Batuan metamor kontak: pengaruh suhu tinggi, batuan kapur.
Batuan metamor dinamo: pengaruh tekanan yang tinggi dalam waktu lama, batu tulis
Batuan metamor pneumatolitis: proses pembentukannya disusup batuan unsur lain, florium yang menghasilkan topas, semacam permata berwarna kuning.
B.                  Tenaga yang membentuk Bumi
1.                  Endogen
Vulkanisme: peristiwa naiknya magma dalam perut bumi
Menurut derajat keasamannya:
Tenaga Geologi:
Magma Asam: Mineral Kuarsa (SiO3) (terang)
Magma Basa: Besi dan Magnesium (gelap)
Magma Pertengahan(Andesit)
Kandungan Kuarsa+Besi Magnesium
(Kelabu Gelap)
Intrusi Magma: Penyisipan magma diantara 2 litosfer (tidak sampai permukaan bumi)
Hasil Instrusi:
Batolith: batuan beku yang terjadi dalam dapur magma
Lakolit: magma yang menyusup di antara litosfer dan menekan ke atas sehingga bagian atas cembung tapi bagian bawah datar.
Sill: batuan beku yang bentuknya tipis dan pipih
Diatrema: intrusiv pengisi pipa letusan beberntu silinder
Gang (korok): intrisiv bentuknya tipis dan panjang, dengan arah intrusi vertikal atau miring.
Apofisa: batuan intrusiv yang merupakan cabang dari gang.
Ekstrusi Magma: proses keluarnya magma ke permukaan bumi hasilnya berupa ledakan (erupsi).
Berdasarkan kekuatan:
Eksplosif erupsi gunung api berupa ledakan kuat dan menyemburkan materi gunung api ke udara.
Efusif erupsi gunung api berupa ledakan lava melalui retakan pada badan gunung api.
Efusif Linier
Erupsi dimana magmanya keluar melalui retakan
Efusif Areal
Erupsi yang terjadi pada daerah yang luas.
Cirinya:

  1. Letak dapur magmanya dekat  dengan permukaan bumi
  2. Energi panas yang dihasilkan oleh magma membentuk lubang besar.
  3. Magma keluar melalui lubang tersebut.

Erupsi Sentral
Erupsi gunung api dimana materi-materi gunung api keluar melalui pusat erupsi, sehingga membentuk kerucut-kerucut gunung api tersendiri.
(paling banyak terjadi)
Bentuk Gunung Api:

  1. 1.      Strato: kerucut, erupsi efosif dan eksplosif, lereng gunung terdiri dari bermacam-macam lapisan batuan, banyak terdapat di Indonesia
  2. 2.      Maar: terjadi karena erupsi eksplosif yang hanya satu kali, dapur magma yang terlalu dangkal, vahan yang dikeluarkan berupa bahan-bahan piroklastika, kandungan gasnya tidak terlalu banyak.
  3. 3.      Perisai: jenis magmanya encer, aliran lava menyebar dan menutupi daerah luas, lerengnya sangat landai, dijumpai di Hawai

Tanda-tanda Gunung Api akan meletus:
1. Suhu sekitar kawah naik
2. Banyak sumber air yang tiba-tiba mengering
3. Terdengar suara gemuruh
4. Sering terjadi gempa kecil
5. Binatang liar di sekitar gunung banyak yang mengungsi.
Gejala Pasca Vulkanik adalah gunung api yang tidak menampakkan gejala aktivitas magma.
Gejala:
1. Ditemukan sumber air panas
2. Adanya geyser
3. Ditemukan bahan ekshalasi
4. Adanya mata air makdani adalah mata air panas yang banyak mengandung mineral belerang.
Jenis tipe letusan gunung api
1. Tipe Hawai: lavanya cair encer, tekanan gas rendah, dan dapur magmanya sangat dangkal.
2. Tipe Stromboli: lavanya air encer tekanan gasnya sedang karena sumber/dapur magmanya dangkal.
3.Tipe Volkano: magmanya cair kental.
4. Tipe Perret
5. Tipe Merapi
6. Tipe St. Vincent
7. Tipe Pelee
TEKTONISME
Menurut kecepatan geraknya
1. Epirogenesa
2. Orogenesa
Menurut arah gerakannya
1. Gerakaan Tekanan Horisontal
2. Gerakan Tekanan Vertikal dan Horisontal
Gempa Bumi
Istilah Gempa Bumi
1. Seismologi (limu yang mempelajari gempa bumi)
2. Seismograf (alat pencatat gempa)
3. Seismogram (hasil gambaran seismograf)
4. Isoseista (garis peta yang menghubungkan tempat mempunyai fisik yang sama )
5.Pleisoseista (garis khayal yang membatasi sekitar episentrum yang mengalami kerusakan terhebat akibat gempa)
6. Homoseista (garis khayal pada permukaan bumi yang mencatat gelombang primer pada waktu yang sama)
7. Hiposentrum (pusat gempa)
8. Episentrum (tempat gelombang dirambatkan)
9. Makroseisme (daerah yang merusak gempa terluas)
10. Teduseisme (gelang yang tidak diguncang gelombang primer dan sekunder)
Gelombang Gempa Bumi
1. Primer (longitudinal): 7-14 km/detik
2. Sekuder (transversal): 4-7 km/detik
3. Panjang (permukaan) 3.5-3.9 km/detik
Klasifikasi Gempa Bumi
Menurut penyebab:

  1. Vulkanik (gunung api)
  2. Tektonik (pergeseran lempeng)
  3. Runtuhan (runtuhan batuan)

Menurut Intensitasnya:

  1. Makroseisme (intensitas besar)
  2. Mikroseisme (intensitas kecil)

Hiposentrumnya:
1. Gempa dalam (300-700km)
2. Gempa pertengahan (100-300km)
3. Gempa dangkal (<100 km)

  1. 2.      Eksogen
  2. Pelapukan: penghancuran  baik secara kimia, fisika, biologi.
  3. 2.      Bentuk Muka bumi akibat erosi

3.Sedimentasi: proses pengendapan massa batuan/tanah.
Menurut tempat pengendapan:

  1. 1.      Sedimentasi fluvial: aliran/dasar sungai.

Hasil: Delta (deposit Lumpur di tanah pasir/batuan yang terdapat di muara sungai)
Bentang sungai: dataran yang terdapat di tengah badan sungai.

  1. 2.      Sedimentasi Eolis

Diangkut oleh angin, gurun pasir.

  1. 3.      Sedimentasi Marine

Hasil abrasi dan didendapkan sepanjang pantai.
Hasil:
 Beach: kumpulan puing batu karang di sekitar Cliff,
Bar: endapan pasir di pantai yang arahnya memanjang.
Tombolo: endapan pasir yang menghubungkan dua pulau

  1. Erosi: proses pelepasan dan pemindahan massa batuan secara alamiah dari satu tempat ke tempat lain.
  2. 1.      Erosi Air

Erosi percikan:percikan air hujan
Erosi lembar: lapisan tanah bagian atas, kesuburan tanah berkurang
Erosi alur: membentu alur jelas di daerah berlereng
Erosiparit:membentuk parit bentuk huruf V atau U
2.Erosi Es/Glasial:kutub
3.Erosi Angin (deflasi):gurun

  1. 4.   Erosi air laut (abrasi): terbentuk bentang alam di pantai berupa Cliff (pantai berdinding curam)

Relung (cekungan yang terdapat pada dinding lereng)
Bentang Alam Hasil Erosi:

  1. 1.   Cliff: pantai terjal dan berdinding curam
  2. 2.   Relung: cekung yang terdapat dinding Cliff
  3. 3.   Dataran Abrasi: hamparan wilayah darat akibat abrasi
  4. 4.   Guguk pasir
  5. 5.   Morena: massa batuan hasil erosi yang berukuran besar/kecil
  6. 6.   Ngarai: lembah yang dalam
  7. 7.   Batu jamur: disebabkan erosi angin

Patahan: bentukan slenk, horst, dekstral, sinstral, fleksur, block mountain.
Lipatan/fold: lipatan yang terdiri dari bagian
BAB IV PEDOSFER

 
Tanah bagian dari lahan yang tersusun dari bahan anorganik dan organik.
Komponen tanah (mineral, bahan organik, air udara)
Faktor yang mempengaruhi pembentukan tanah: iklim, organisme, batuan induk, topografi, dan waktu  
Kesuburan tanah: pH tanah, kandungan mineral, bahan organik, keremahan tanah.
Derajat Keasamaan Tanah(pH):

  1. Tanah asam: H > OH
  2. Tanah basah (alkalin):OH > H
  3. Tanah netral: H=OH

Lahan: permukaan daratan dengan kekayaan benda padat, cair, dan gas.
Lahan Potensial: lahan yang secara fisis, kimiawi, ekonomi cukup mengun tungkan tapi belum dimanfaatkan secara optimal.
Lahan kritis: lahan yang sudah tidak berfungsi lagi sebagai media pengatur tata air dan unsur pertanian yang baik.
Lahan potensial & kritis dipengaruhi oleh:
Jenis tanah, tingkat kemiringan lereng, cara pengolahan
Faktor penyebab lahan kritis:
Perusakan hutan
Pertanian sistem ladang berpindah
Kegiatan pertambangan terbuka
Sistem pertanian di pegunungan yang tidak menggunakan terasering/sengkedan.
Pesebaran lahan kritis di dunia: 85% meliputi:
– Lahan gersang 28%
– Lahan kekurangan mineral 23%
– Lahan yang memiliki lapisan tanah dangkal 22%
-Lahan tanah masam 10%
Upaya pencegahan dan penanggulangan lahan kritis:
– Reboisasi (pinus, jati, mahoni)
– Penghijauan (turi, cengkeh)
– Sistem penanaman searah garis kontur: penanaman tanaman yang searah garis kontur.
– Sistem terasering: mengurangi laju air di permukaan bumi
– Lahan kemiringan lebih dari 45o dijadikan hutan lindung
-Pembuatan lorak-lorak mati berupa lubang untuk menampung air sehingga meresap ke dalam tanah
Jenis Tanah
Aluvial: material halus hasil pengendapan aliran sungai (pantai timur Sumtera, pantai utara Jawa, S. Barito, Mahakam, Musi, Bengawan Solo)
Andosol:berasal dari abu gunung api (Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera)
Regosol:berbutir kasar dan berasal dari material gunung api (Bengkulu, pantai barat Sumatera, Jawa, Bali, dan NTB)
Kapur: pelapukan batuan kapur yang tidak subur. (JaTeng, Aceh)
Litosol: berbentuk batuan keras yang belum mengalami pelapukan secara sempurna.
Argosol(gambut):siswa tumbuhan yang mengalami pembusukanKalimantan, Sumatera, Papua.
Grumusol:material halus berlempung (JaTeng, JaTim, Madura)
Latosol: mengandung zat besi dan aluminium. (Sumatera Utara, Barat, Jawa)


BAB V ATMOSFER
 

  1. A.     Lapisan Atmosfer

Gas yang terkandung: Nitrogen, Oksigen, Karbondioksida
Troposfer (8-16km, tempat awan, hujan, angin, lapisan terbawah)
Stratosfer (15-55km)
Stratopause(atas:konsentrasi ozon, melinduni lapisan troposfer dari ultraviolet)
Mesosfer (55-85km, banyak meteor terurai, antra mesosfer-termosfer tedapat mesopauze, suhu terendah -100oC)
Termosfer (Ionosfer): >85km, perambatan gelombang radio, lapisan tertinggi termopause 200-400km.
B.      Unsur Cuaca & Iklim
Istilah Cuaca dan Iklim

  1. 1.      Klimatologi: ilmu yang mempelajari iklim
  2. 2.      Meteorologi: ilmu yang mempelajari tentang cuaca.
  3. 3.      Isoterm: garis khayal di permukaan bumi yan menghubungkan tempat yang memiliki temperatur yang sama.
  4. 4.      Isobar: garis kahayal di permukaan bumi yang menghubungkan tempat yang memiliki tekanan udara yang sama.
  5. 5.      Isohyet: garis khayal yang menghubungkan curah hujan yang sama
  6. 6.      Termograf: alat pengukur suhu udara
  7. 7.      Higrograf: alat pengukur kelembapan udara
  8. 8.      Barograf: alat pengukur tekanan udara
  9. 9.      Fluviograf: alat pengukur curah hujan
  10. 10.  Anemometer: Alat untuk mengukur kecepatan angin
  11. 11.  Psyhrometer: alat pengukur kelembapan udara

Unsur cuaca dan iklim

  1. Cuaca adalah rata-rata keadaan udara pada suatu tempat (metereologi)
  2. Iklim: keadaan rata-rata cuaca pada tempat yang luas dalam waktu yang lama (10-30 tahun). (klimatologi)

Unsur Pembentuk Cuaca dan Iklim

  1. Suhu Udara (Temperatur)
  2. Tekanan Udara
  3. Kelembapan Udara
  4. Angin
  5. Curah Hujan
  6. Awan
  7. Iklim:

Iklim A (hujan tropis)
Iklim B (iklim kering)
Iklim C (iklim hujan sedang)
Iklim D (Iklim hujan bersalju dingin)
Iklim E (Iklim kutub)
Iklim Menurut Junghun (Ketingggian, tempat, vegetasi)
Zona panas (0-650m): jagung, padi
Zona sedang (650-1500m):sayur,buah
Zona sejuk (1500-2500m): pinus dan cemara
Zona dingin (>2500m):lumut
Menurut Schmidt Ferguson (sifat basah dan kering bulan/curah hujan)
Iklim A=sangat basah, hutan hujan tropis
Iklim B=basah, vegetasinya hutan hujan tropis
Iklim C=agak basah, hutan rimba
Iklim D=sedang, vegetasinya hutan musim
Iklim E=agak kering, vegetasinya sabana
Iklim F= kering, vegetasinya sabana
Iklim G= sangat kering, vegetasinya Padang ilalang.
Iklim H= ekstrem kering, vegetasinya Padang ilalang.
Iklim Fisis: iklim yang dipengaruhi oleh: permukaan bumi, angin panas dan dingin, arus panas dan dingin, relief bumi.
BAB VI HIDROSFER 

  1. Sungai & Danau

Sungai adalah aliran air tawar yang mengalir.
Bagian sungai

Hulu Tengah Hilir
Daerahnya bergunung Erosi vertikal&horisontal Daerah yang sangat datar
Dekat mata air Dasar sungainya berbentuk U Daerah yang sangat datar
Banyak bongkahan batuan runcing Sedimentasi Meander

Arusnya derasBatu-batuan gulingMeanderErosi vertikalKemiringan lerengnya landaiDitemukan kali matiDasar sungai bentuk V, banyak ditemukan di air terjun Wilayah banjir, delta, lembah lebar
Klasifikasi Sungai
Sumber airnya:
– Sungai hujan
– Sungai campuran: S.Digul
– Gletsyer (es mencair)
Volume Air:
– Sungai permanen (volumen airnya tetap stabil sepanjang tahun)
– Sungai periodik (volumen air melimpah pada musim hujan, berkurang pada musim kemarau)
Menurut arah aliran kemiringan lereng
Sungai konsekuen: arah aliran sesuai dengan kemiringan lereng
Sungai Subsekuen: arah aliran tegak lurus sungai konsekuen
Sungai Obsekuen: arah subsekuen yg arah alirannya berlawan dengan konsekuen
Sungai Resekuen: anak sungai subsekuen yang arah alirannya sejajar dengan sungai konsekuen
Sungai Insekuen: sungai yang arah alirannya tidak teratur dan tidak terikat oleh lereng daratan.
Menurut Kecepatan Erosi
Sungai Antisedensi: dasar sungai terjadi pengangkatan oleh tenaga endogen diimbangi pengikisan dasar sungai.
Sungai Epigenesa: dasar sungainya terjadi pengikisan sampai mencapai batuan induknya.
Pola Aliran Sungai
Dendritik: anak sungai membentuk sudut tidak teratur di daratan rendah
Pinnate: anak sungai membentuk sudut lancip, kemiringan lereng curam.
Trellis:sejajar dengan anak sungaiyang bermuara pada sungai utama dan membentuk sudut 90o
Radial Sentripetal:memusat (daerah cekungan)
Radial Sentrifugal: menyebar dari puncak ke arah lereng.
Anular:anak sungai melingkar
Meander sungai yang berkelok-kelok secara teratur dengan rah pembelokkan kurang lebih 180o
Delta endapatan batuan, pasir, kerikil, dan Lumpur yang terdapat di muara sungai.
Syarat terbentuknya delta:

  1. Adanya sungai menuju laut
  2. Arus dan gelombang sungai kecil
  3. Lautnya dangkal
  4. Gelombang laut kecil
  5. Tidak adanya gerakan tektonik
  6. Pasang surut relatif kecil

DAS: Bagian permukaan bumi yang airnya mengalir ke dalam sungai yang bersangkutan apabila hujan.
Jenis DAS:

DAS Hulu DAS tengah DAS hilir
Berbukit-bukit Morfologi relatif landai Morfologi datar dan subur
Lerengnya curam Dimanfaatkan untuk lahan  pertanian Dimanfaatkan untuk lahan pertanian
Dijumpai jeram Pusat pemukiman Lahan pemukiman

Ciri DAS: Lingkungan DAS gundul, hutan sekitar DAS rusak, di sekitar DAS banyak dijumpai pemukiman padat.
Upaya mempertahankan DAS:

  1. Reboisasi hulu
  2. Larangan penebangan hutan di Bagian hulu
  3. Mencegah adanya pencemaran
  4. Melarang pembangunan permukiman di sekiatar DAS

Manfaat DAS
– Merupakan cadangan air
– Untuk irigasi
– Perikanan darat
– Sebagai tempat wisata
Danau: cekungan yang digenangi air tawar dalam jumlah cukup banyak dan luas. Biasanya air danau merupakan air tawar kalau danau tersebut airnya air asin, maka dinamakan laut, seperti Danau Kaspia & Danau Mati di Israel.
Klasifikasi Danau
Menurut proses terjadinya:
D.tektonik: akibat tenaga tektonik, D. Poso
D. vulkanik:
akibat erupsi gunung, D. Kerinci
D. vulkano-tektonik: vulkanik & tektonik, D.Toba
D. karst: daerah berbatu kapur, D. Doline

  1. Perairan Laut

Menurut letak
Laut Tepi: tepi benua, L. Cina Selatan
Laut Pertengahan: antara 2 benua, Laut yang ada di Indonesia
Laut Pedalaman : di tengah benua/dikeliling daratan, L. Kaspia/Mati.
Menurut terjadinya
Laut Ingresi: Laut dalam yang terjadi karena adanya penurunan dasar samudera, L.Banda
Laut Trangresi: Laut dangkal yang terjadi karena adanya genangan air pada daratan yang lebih rendah pada zaman berakhirnya zaman diluvium, L. Jawa, L.Arafura
Laut regresi: Laut yang terjadi karena adanya proses penyempitan permukaan air laut, karena terjadinya penurunan air laut, L. Jawa.
Kedalamannya
Zona Litoral: garis air surut&pasang
Zona Neritik: 0-200m
Zona Batial: 200-1000m
Zona Abisal: >1000m
Relief Dasar laut
Continental Shelf/lands kontinen: paparan benua, kedalaman<180m, paparan sunda,sahul
Continental Slope/Lereng benua:
200-1800m
Ocean floor/dasar samudera:
>1800m
The Deep (trough)
Palung Mindanao (1830m)
Lubuk laut (basin) Lubuk laut akibat terjadinya pemerosotan dasar laut menyerupai huruf U. Contoh: Laut Basin.
Palung laut: ngarai samudera yang berbentuk lembah dalam dan memanjang menyerupai V.
Ambang Laut: relief dasar laut yang berupa bukit dalam laut yang memisahkan 2 buah laut, Ambang laut Sulu, Sulawesi
Punggung Laut:rangkaian perbukitan laut yang sebagian muncul di permukaan laut, punggung laut Sibolga.
Relief Dasar Laut Indonesia:
Barat: dangkalan sunda, paparan sunda (dulu menyatu dengan Asia)
Tengah: peralihan, laut dalam yang meliputi Sulawesi, NTT, Maluku
Timur: Paparan sahul, dulu bersatu dengan Australia.
Salinitas: banyak sedikitnya kadar garam dalam setiap 1 L air laut. Rata-rata 34,5%=1 L=34,5 gram.

BIOSFER

Biosfer: lapisan permukaan bumi yang terdiri dari udara, tanah, air.
Faktor Biosfer:
Biotik (manusia, flora, dan fauna)
Abiotik:
– iklim(klimatik):temperatur, hujan, angin, kelembapan udara, tekanan udara.
– tanah(edafik): kesuburan tanah,pH tanah, tekstur tanah, kegemburan tanah
– relief (topografi): ketinggian tempat, kemiringan lereng.
Pesebaran Flora & Fauna
Barat (hutan tropis, musim)
Tengah (musim, stepa, sabana tropis)
Timur (tropis, musim, sabana)
Stepa: Padang rumput luas
Sabana: Padang rumput diselingi semak belukardan pohon tinggi.

Hutan hujan tropis Hutan musim
Tanamannya beragam Tanamannya homogen
Sinar matahari tidak tembus ke dasar hutan Sinar matahari tembus ke dasar hutan
Pohonnya tinggi dan daunnya membentuk canopy Daunnya berguguran pada musim kemarau
Dijumpai tanaman anggrek, rotan, pakis, dan palem Keadaan hutan terang

 
PESEBARAN FAUNA INDONESIA
Fauna Indonesia Barat/paparan sunda/fauna Asiatis/Oriental: Sumatera, Jawa Bali: Gajah Harimau, Beruang, Mawas, Benteng, Badak bercula.
Garis Wallace: Barat-Tengah
Fauna Indonesia Tengah/Wallacea: Sulawesi, NTT, Maluku komodo, burung maleo, babirusa, anoa, kuskus.
Garis Weber: Tengah-Timur
Fauna Indonesia Timur/Paparan Sahul/Australis: Papua: cendrawasih, kasuari, kangguru

 
PESEBARAN FAUNA DUNIA
Nearik: Amerika Utara, Greenland, Mexico
Hewan: Bison, Caribau, Kacing Hutan
Neotropik:Amerika Tengah & Selatan
Hewan: Trenggiling, Antilop, Kuda, Tapir
Paleartik: Eropa, Rusia, Pantai Pasifik Barat, Jepang, Afrika Utara
Hewan: Panda, Unta, Rusa dan beruang kutub
Ethiopian: Afrika, Madagaskar, Arab Selatan
Hewan: Zebra, Unta, Jerapah, Singa, Gajah
Oriental: India, IndoCina, Malaysia, Indonesia barat
Hewan: Gajah, harimau, badak, kera
Australia: Australia & Selandia Baru
Hewan: Kangguru, Kiwi, Cendrawasih, Kasuari.

CONTOH PROJECT BIOSFER

PETA PESEBARAN BIOSFER DUNIA

PETA PESEBARAN BIOSFER INDONESIA

ANTROPOSFER

  1. Kualitas Penduduk

Pendidikan
Kesehatan
Pekerjaan
 

  1. Kuantitas Penduduk
  1. 1.      Kelahiran/Natalitas

Angka kelahiran kasar (CBR)
CBR = kelahiran/penduduk*1000
Angka kelahiran khusus (ASBR)
ASBR= kelahiran/penduduk*1000
Faktor pronatalitas:kawin usia muda, banyak anak banyak rejeki
Faktor antinatalitas: KB, pembatasan usia kawin.
Rendah<20, Tinggi >30

  1. 2.      Kematian/Mortalitas

Angka kematian kasar (CDR)
CDR=kematian/penduduk*1000
Angka kematian khusus (ASDR)
ASDR=kematian/penduduk*1000

  1. 3.      Sex ratio

Cowok/Cewek *100
>100= cowok>cewek
4. Kepadatan penduduk aritmatik=
Jumlah penduduk/luas*100

  1. 1.      Kepadatan penduduk agraris

Jumlah penduduk/luas pertanian*100

  1. 2.      Dependancy Ratio

Usia tidak produktif/produktif *100
Pertumbuhan Penduduk
Total =Pn= Po+(L-M)+(I-E)
Geometri= Pn= Po (1+r)n

  1. Migrasi
  2. Masalah Penduduk:

Jumlah penduduk besar,
tingkat pertumbuhan penduduk tinggi, kualitas penduduk rendah, beban ketergantungan besar, penyeberan penduduk tidak merata
Dampak berpengaruh pada kesejahteraan, kesehatan, lapangan kerja, perumahan, bahan pangan.
Kebijakan: kesejahteraan, pesebaran, lapangan kerja, transmigrasi:
Dinamika Penduduk:perubahan penduduk yang disebabkan oleh kelahiran, kematian, migrasi
Transisi demografi:kondisi proses perubahan tingkat kelahiran dan kematian yang tinggi
Komposisi penduduk: penggolongan penduduk berdasarkan jenis kelamin, pendidikan, mata pencaharian, agama, suku bangsa.
Komposisi Penduduk  terdiri:
Belum produktif: 0-14 tahun
Produktif: 15-64 tahun
Tidak Produktif: >65 tahun
Sensus:
De Facto: sensus semua penduduk yang pada waktu sensus di wilayah tersebut.
De Jure: sensus hanya penduduk yang benar-benar bertempat tinggal di wilayah tersebut
House Holder: format sensus diisi kepala keluarga.
Canvasser: format sensus diisi petugas.
Piramida: umur (vertikal) dan jenis kelamin (horizontal)
Macam-macam piramida:

  1. Piramida kerucut/muda/progresif/ekspansif:kelahiran>kematian
  2. Piramida granat/stasioner: kelahiran=kematian
  3. Piramda nisan/tua/regresif/konstruktif:

Kelahiran<kematian
Mobilitas:
            Vertikal:perpindahan cara kehidupan tradisional ke modern
            Horisontal: perpindahan mata pencaharian ke mata pencaharian lain.

CONTOH PROJECT ANTROPOSFER

Referensi
blog guru geografi pak-anang.blogspot.com

/’

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *