Citra Penginderaan Jauh; Sistem Informasi Geografis


SKL 7
Mendeskripsikan pemanfaatan citra penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis sebagai media informasi fenomena geosfer.
Indikator
Menginterpretasi citra hasil penginderaan jauh dan pemanfaatnya sebagai sumber informasi geosfer.
Mendeksripsikan Sistem Informasi Geografis sebagai media informasi fenomena geosfer.
Get my prezi!

Penginderaan Jauh
Mendapatkan informasi tentang suatu objek dari jarak jauh tanpa melakukan kontak fisik.
Komponen:
– Objek
– Sensor (aktif, pasif, fotografik, elektronik)
– Wahana (pesawat, satelit, radar)
– Tenaga
– Citra
Teknik Penginderaan Jauh:
Pasif (sinar matahari, gelombang makro, hanya siang hari, tenaga termal dan cuaca cerah)
Aktif (Sinar bantuan, rader, gelombang mikro, dapat beroperasi pada cuaca berawan
Tenaga: spektrum kosmik, sinar Gamma-X, Ultraviolet, sinar tampak, inframerah, gelombang mikro dan radio.
Intepretasi Citra: upaya memahami citra sehingga mendapat informasi yang benar mengenai objek.
Sensor:alat perekam atau pengindera yang berfungsi merekam objek di permukaan bumi. , analisis lebih cepat
Sensor aktif: pemancar, penerima
Sensor pasif: penerima
Citra foto: gambar rekaman objek yang dihasilkan dengan cara optik
Klasifikasi Citra foto:
Foto ultraviolet: spektrum ultraviolet
Foto oktokromatik: spektrum sinar tampak (biru à hijau)
Foto pankromatilk: semua spektrum sinar tampak (merah-ungu)
 
Ciri citra tersebut meliputi:
Spasial: berkaitan dengan ruang
(bentuk, ukuran, bayangan)
Spektral: tenaga elektromagnetik (rona&warna)
Temporal: waktu sesaat perekaman (ukur&waktu)
Unsur Interpretasi Citra:
Rona:
–                   Relatif (pengukuran mata biasa)
–                   Kuantitatif (pengukuran menggunakan alat)
Faktor: karakteristik objek, vahan, proses emulsi, cuaca, letak objek dan waktu
Ukuran (jarak, tinggi, luas, dan volume)
Bentuk (meander, kerucut)
Tekstur (frekuensi perubahan rona pada citra= kasar, halus)
Pola (kecenderungan bentuk objek: pola teratur, dendritik, trelis)
Bayangan (sinar matahari)
Situs (letak suatu objek  di sekitar)
Asosiasi
Kegiatan Interpretasi Citra
Deteksi (pengamatan)
Identifikasi (upaya mencirikan objek)
Analisis
Deduksi
Contoh Identifikasi
Kenampakan bentang alamiah
Kenampakan bentang budaya
Pemanfaatan Pengindraan Jauh
Keunggulan pengindraan Jauh
Manfaat pengindraan Jauh
 
Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis: sistem dengan pengumpulan, pengaturan, pengolahan, penyimpanan, dan penyajian data/informasi tentang segala sesuatu yang berkaitan secara geografis melalui komputerisasi.
Komponen SIG
Data dan Informasi geografis

-Jenis Data
-Data atribut
-Sumber data
Perangkat keras
-Input device
-CPU
-Output device
Perangkat lunak
-Sistem Operasi(Linux)
-Penerjamah
-Program Aplikasi
SDM
Tahapan SIG:

  1. Pemasukan Data
  2. Pengolahan Data
  3. Keluaran Data

Data yang diolah SIG

  1. 1.               Data Spasial (ruang, lokasi)
  2. 2.               Data Atribut (teks, angka,kuantitatif)

Sumber data SIG:

  1. Data peta
  2. Data statistik
  3. Data penginderaan jauh
  4. Data lapangan

Analisis data dalam SIG:

  1. Klasifikasi : mengelompokan data
  2. Overlay: menganalisis dan mengintegrasikan data spasial yang berbeda
  3. Networking: análisis jaringan yang terdiri dari garis dan titik yang saling terhubung
  4. Buffering: análisis yang akan menghasilkan penyangga yang bisa berbentuk lingkaran.
  5. 3D análisis: lava pada gunung.

Pengoperasian SIG
Konvensional: pengolahan data melalui perhitungan
Komputerisasi: komputer
Penerapan SIG
Pengelolaan fasilitas wilayaj
SDA dan lingkungan
Transportasi dan perhubungan
Perencanaan dan rekayasa
Sistem Informasi lahan
Sosial Politik
Kedokteran
Referensi
blog guru geografi pak-anang.blogspot.com

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *